mengapa tidak..?

Selamat membaca tulisan tak bernilai

trima kasih anda telah membaca tulisan tak bernilai yang seharusnya gak usah kamu baca,,,,he he he,,,yo tho..???!!

Jumat, 01 Januari 2010

Memilih dunia atau dipilih dunia

sebenarya mungkin saya belum pantas untuk menulis ini karena saya belum bisa membuktikan bahwa saya sudah kaya raya atau dalam level lebih tinggi saya sudah bahagia sebesar besarnya,,namun disini saya hanya ingin sharing kepada semua atau minta petunjuk bagi yang sudah kaya raya ,sukses dan bahagia...

saya berpikir untuk menjalani kehidupan ini sebenarya hanya proses memilih,,ketika saya masih berumur belasan tahun saya telah lulus sekolah SMA dan bersamaan terjadinya pensiun bapak saya tercinta ( alm) dari Dept.Sosial...saya masih ingat betul bahwa bapak saya menawarkan pilihan kepada saya, kurang lebih seperti ini :

Bapak : gie..kamu ingin sekolah apa bekerja..

Saya : sekolah dulu pak,,karena saya berpikir dengan ijazah SMA dan menjadi pegawai negri itu berpa gajinya..? dan saya melihat dari kehidupan kami yang bapak saya adalah kepala bagian pun masih terseok seok secara finansial..

Bapak : Mau sekolah apa dan dimana..?

Saya : belum tahu,,( inilah mungkin awal kesalahan atau kebodohan atau bahkan awal kebenaran atau kepintaran saya )

Bapak : ya udah cari dulu sekolahnya.

waktu ajaran baru saya belum dapat juga sekloah karena saya di arahkan sekolah STKS di Bandung dan itu gagal masuk 2 kali lho,,,( alias 2 Tahun )
saya pun mencari sekolah dengan seadanya tanpa visi dan tujuan yang jelas..hanya berpikir hanya ingin sekolah gak tau sekolah apa toh nanti saya bisa menyesuaikan pikir saya..akhirnya saya sekolah di STIE purwokerto..
Setelah berjalan dalam awal awal saya sangat bersemangat sekali,,mungkin karena segala sesuatu yang baru,,baju bebas, mau masuk silahkan tidak pun gak masalah karena rugi sendiri ketinggalan materi kuliah..
pada pertengan kira kira semester 3 saya sudah mulai bosan dengan gaya sekolah ini yang terus belajar belajar tanpa praktek lapangan secara nyata..akhirnya saya pun lebih senang duduk di dealer mobil dan menjadi makelar motor,atau apaun yang dapat mengahsilkan uang...dan ternyata itupun gak lama karena saya tak punya apapun sebagai sarana fisik dalam bisnis ini saya hanya numpang ikut2 an saja..
sejalan dengan waktu berjalan semakin banyak teman dan pergaulan meluas saya mulai mengenal dunia hitam yang lebih parah,,walau pun dari dulu say udah tahu namun tidak separah ini..saya jadi jarang pulang rumah,hanya ganti baju pergi lagi kandang malah pakai baju teman..saya merasa ini semakin jauh dari kesuksesan yang pertama saya inginkan..dan parahnya saya menikmati perjalanan ini dan semakin hanyut,,sampai sampai saya terjadi kecelakaan dan teman yang baru saya kenal pada hari itu masuk ICCU karena terjatuh dari motor yang saya kendarai,,dan ternyata benar kata pepatah jawa : anak polah bapak kepradah ( kalau anak bertingkah orang tua pasti terkena imbasnya )orang tua saya harus menanggung 70% biaya dan obat sampai temen saya sembuh..asstagfirllah ..begitu besar dosa2 saya kepada orang tua..parahnya saya juga belum insyaf masih saja bergelut dunia hitam dan hura 2 ...sampai suatu ketika bapak saya mengalami sakit yang amat parah..napas terasa terputus, mulut tak bisa lagi untuk makan, tenggorokan tak sanggup lagi menelan,,asstagfirolloh saya menangis waktu itu teringat dosa2 saya yang begitu besar..dan belum dapat saya balas kebaikan orang tua saya..dan tiba saatnya Allah SWT memanggil untuk kembali dan saya hanya bisa terdiam dan merenung alangkah indahnya jika dalam hidup yang sbentar ini saya dapat membahagiakan orang tua ketika hidupnya bukan memberik beban yang bertubi seperti ini..saya hanya bisa memeluk jasad tak bernyawa dari seorang bapak yang penuh kasih kepada anaknya..

kembali pada semua itu seandainya waktu dapat di balik dan saya memilih bekerja untuk menggantikan posisi bapak saya mungkin kejadian tak seperti ini dan mungkin saya lebih dapat membahagiakan orang tua..tapi sudahlah semua itu adalah pilihan hidup saya dan allah telah memilih saya untuk mempelajari ini semua dengan perjalanan yang masih panjang.



saya hanya bisa dan selalu berdo'a Yaa Allah berikanlah tempat yang mulia untuk ayah hamba,biarlah dosa dosanya saya yang menanggungnya,,karena saya tidak dapat memberikan kebahagiaan selama hidupnya,

Kini hanya Ibu-lah orang tua yang ada didunia ini dan saya ingin sekali membahagiakannya,,dan saya gak tahu apakah saya sudah memberikan kebahagiann atau belum karena setahu saya, saya hanya orang yang selalu berusaha untuk memberikan walau kadang berbalik posisi..yaa Allah hanya kepadaMU saya gatung takdir ini,,tanpa kecuali,,saya hanya bisa berusaha,,tanpa bisa memaksa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar